Thursday, 12 March 2015

NYANYIAN ANGIN




Semesta selalu bisa menjadi kawan bercerita. Angin salah satunya.

Mega kemerahan di ufuk barat mulai melambai-lambai hendak berpamitan. Sebentar lagi langit berbintang. Aku masih duduk di genting rumahku sambil menikmati senandung angin. La la la la. Dia seolah tak mau berhenti menggodaku. Tak puas, lalu dia mendekat dan berbisik. "Katakan padaku, apa kau sedang jatuh cinta?" Aku langsung tertawa mendengarnya. Tak tahu harus memberi jawab apa. "Entahlah." Aku menjawab dalam hati. Bukan tak mau berterus terang. Aku hanya belum punya jawabannya.

Angin bergeser sambil membelai rambutku, kemudian ia melanjutkan nyanyiannya. La la la la.. Na na na na.. Kali ini terdengar lebih merdu. Kupejamkan mata. Pelan-pelan mencari jawaban atas tanya angin barusan.