Friday, 17 April 2015

ABDUL - MENYIMPAN KENANGAN DALAM NYANYIAN



Waktu mengubah pengalaman menjadi kenangan. Dia bisa saja hilang tanpa bekas jika tak lekas disimpan. Salah satu tempat paling manis untuk menyimpan kenangan adalah di dalam nyanyian. Sebab ia bagaikan sebuah kotak, di mana tumpahan perasaan bebas mengambil ruang. Semaunya. 


Abdul and The Coffee Theory - Sekar
Tak sedikit musisi yang menuangkan pengalaman pribadinya ke dalam sebuah lagu. Abdul adalah salah satu di antara mereka. Penyanyi bernama lengkap Tengku Muhammad Abdullah Amin Anshari ini mulai berkecimpung dalam industri musik Indonesia pada tahun 2007 lalu. Awalnya, Abdul menyapa belantika musik dengan konsep solo. Setahun berikutnya, barulah pemilik lagu Agar Kau Mengerti ini mantap melangkah dengan konsep band, yaitu ‘Abdul and The Coffee Theory’.
Bersama bandnya, Abdul sudah merilis beberapa album, yakni Lovable, Love Theory, Rocket Love, dan Lovable Special Edition. Dari keempat album tersebut, beberapa lagu di antaranya sukses menjadi hits, seperti Beauty is You, Proses Melupakanmu, Aku Suka Caramu, Lagi-Lagi Kamu, dan Happy Ending.
Banyak lagu yang sudah diciptakannya dan hampir semua terinspirasi dari kisah yang dialaminya sendiri. “Kebanyakan bikin lagu dari kisah pribadi. ‘Proses Melupakanmu’ salah satunya,” ujar Abdul sambil tersenyum. Proses Melupakanmu adalah sebuah lagu yang mengisi album Love Theory - Abdul and The Coffee Theory yang dirilis pada tahun 2010 lalu. Lagu ini bercerita tentang perjuangan seseorang melupakan kenangan manis bersama sang mantan.
Lirik sederhana dengan alunan musik yang easy listening sangat melekat dengan karya-karya Abdul. Tak sulit menerima pesan yang ingin dia sampaikan lewat setiap nyanyiannya. Banyak yang menyebut genre musik yang diusungnya bergaya pop-jazz, tapi tidak bagi penyanyi kelahiran Medan ini. “Kalau aku bilang masih pop sih,” ujarnya sedikit mengoreksi anggapan tersebut.
Abdul menceritakan bahwa sejak dulu dirinya sudah mencintai musik, meski keluarganya sama sekali tidak menekuni musik, kecuali Tengku Shafick, seorang komponis ternama yang juga tengah eksis bersama 3 Composer. “Aku paling suka mendengar musik yang sama seperti aku nyanyikan.” Abdul menuturkan.
Suasana hati selalu memengaruhi rasa sebuah karya yang dihasilkan. Tentu sulit menemukan baris demi baris lirik lagu untuk dikawinkan dengan nada yang tepat jika sedang tak berada dalam mood yang benar. Penyanyi berdarah Melayu ini mengatakan bahwa dirinya pun seringkali terpengaruh oleh suasana dalam membuat sebuah lagu. “Biasanya kalau lagi bad mood aku enggak bisa buat lagu. Enaknya kalau lagi santai, enggak lapar, pokoknya momen menyenangkan. Kadang di Jakarta ke mana-mana lama. Jadi bikin lagu waktu di jalan,” celotehnya. Pernah ketika di tengah kemacetan ibu kota, muncul di benak Abdul untuk membuat lagu yang bercerita tentang seseorang yang tetap mau bertahan mencintai pasangannya meski sudah berkali-kali dikhianati. Ide itu kemudian dituangkan dalam sebuah lagu berjudul Bodoh Untuk Setia. “Dapat ide di jalan, tapi eksekusi di rumah,” jelasnya.
Menganggap musik sebagai bagian dari hidup, sulit bagi alumnus Fakultas Hukum Universitas Trisakti ini  jika mesti benar-benar melepaskan musik meski saat ini dirinya juga berstatus pegawai di lingkungan Kementerian Kesehatan. “Musik adalah bagian dari hidup. Ini salah satu cita-citaku. Sebenarnya dari kecil ingin jadi pemain band. Jadi, enggak bisa kalau enggak nyanyi.” ujarnya mantap. Makanya, Abdul pun harus benar-benar pandai mengatur waktu antara musik dengan urusan kantor.
Saat ini, Abdul tengah sibuk mempromosikan single terbarunya bersama Wina berjudul Bahagia Itu Sederhana. “Lagi promo single Bahagia Itu Sederhana. Sudah rilis dari bulan November, tapi video klip baru rilis Januari kemarin,” ujarnya. Selain itu, frontman Abdul and The Coffee Theory ini juga tetap aktif sebagai song writer. Abdul mengatakan bahwa dia juga sedang menggarap sebuah lagu untuk Kinaryosih, aktris yang sudah seringkali membintangi film Indonesia, seperti Alexandria dan Mendadak Dangdut. “Aku menikmati sebagai pencipta lagu dan penyanyi,” kata pria yang sangat mengidolakan Michael Jackson dan The Beatles ini.

BAHAGIA ITU SEDERHANA
Beda orang, beda hal yang bisa membuatnya merasa bahagia. Bagi Abdul, bahagia itu benar-benar sederhana. Tak mesti menerima sesuatu yang besar dulu. Asalkan bisa menikmati hal-hal kecil setiap hari, cukup baginya. “Simpel sih. Bisa tidur sembilan jam tanpa terganggu, bisa makan seenaknya tapi enggak gemuk. Bahagia itu banyaklah,” ujar Abdul lancar sambil menyisipkan sebuah tawa kecil. Bertemu banyak fans setiap kali tampil di satu kota dan kota lainnya selalu menjadi hal yang sangat membahagiakan bagi Abdul. Apalagi ketika para fans menampakkan sambutan yang benar-benar antusias. 

Tentu tak ada musisi yang bisa berjalan sendiri tanpa fans yang mengiringinya. Tak heran jika terkadang anak sulung dari tiga bersaudara ini meluangkan waktu untuk bertemu dengan para fans di Jakarta. ”Kadang-kadang kita makan bareng dan kasi baju yang memang khusus dibuat untuk fans,” tuturnya. Menurut Abdul, fans adalah orang-orang yang selalu memberi dukungan kepada idolanya dan bijak memberi koreksi setiap kali ada kesalahan.

Di sela-sela kegiatannya, lelaki yang paling tak suka menunggu ini senang menyempatkan diri untuk berenang. “Aku punya penyakit asma,” ujarnya singkat. Dengan rutin berenang, Abdul yakin olahraga tersebut dapat membantunya memiliki ritme pernapasan yang lebih teratur. Gerakan yang dilakukan ketika berenang memang mampu memberikan relaksasi dan punya andil untuk melatih otot pernapasan. Jika sistem pernapasan baik, maka akan sangat membantu Abdul saat bernyanyi. “Jadi penyanyi itu susah kalau napasnya enggak bagus, jadi aku harus berenang.”


MOVIE FREAK
Selain hobi berenang, Abdul juga adalah seorang yang sangat gemar menonton film. “Aku suka banget nonton. Movie freak,” ujarnya bersemangat. Abdul juga menuturkan bahwa dirinya paling suka dengan durian dan bolu khas Medan. “Setiap kali ke Medan pasti aku nyari itu. Aku juga suka ke Masjid Raya,” sambungnya lagi. 

Sudah delapan tahun ikut memberi warna di panggung musik Indonesia, rasanya kurang puas jika tak sampai mengepakkan sayap ke luar negeri. Go international adalah impian hampir semua musisi. “Aku ingin tampil di luar negeri. Impian keliling Indonesia sudah tercapai. Kemarin juga sempat ke Aceh, ada festival kopi. Seru banget!”

Agar tidak tenggelam di tengah belantika musik tanah air yang kian ramai dengan penyanyi pendatang baru yang tak mau kalah menawarkan karya yang menarik, sedikitpun Abdul tak mau pupus semangat. “Yang penting sih tetap berkreasi. Jadi, jangan pernah sampai ada jalan buntu. Tetap semangat!” Lelaki yang sangat hobi makan ini percaya bila sesuatu dikerjakan dengan penuh rasa yakin, maka akan selalu ada jalan terbuka.

Penyanyi yang sangat ingin berkolaborasi dengan Indra Lesmana ini juga melayangkan pesan bagi anak muda yang punya impian berkreasi di ranah musik,tentu tak boleh lekas menyerah meski lingkungan seolah tak mendukung. “Bikin sesuatu yang original meski awalnya orang enggak suka. Bikin sesuatu yang unik, tapi tetap punya pesan yang dalam. Orang-orang juga pasti akan mengerti maksudnya apa.” Menurut Abdul, setiap anak muda yang ingin berkarya sebagai musisi harus memiliki karakter. Jika tidak, maka akan sangat mudah dilupakan orang.


Menjalani hari-hari dengan penuh rasa ikhlas adalah prinsip hidup yang dipegang Abdul. Hidup di dunia bagaikan menapaki sebuah jalan yang sangat panjang. Tidak semua teraspal rapi. Sebagian sisi jalanan nampak berlubang, bahkan sebagian lagi masih jorok berlumpur. Bisa saja hari ini seseorang berhadapan dengan hal-hal baik, besok belum tentu sama. Namun, kalau kita mengerti cara menyikapinya, tentu takkan menjadi soal yang terlalu rumit. “Nothing to lose.” Abdul menutup ucapannya dengan segaris senyum di wajahnya.


--------------------------------------------------

Terbit di KOVER Magazine issue #67 (edisi 25 Maret - 24 April 2015)
Penulis: Sepfiany Evalina