Thursday, 23 July 2015

SENJA DI PINGGIR PANTAI


Batu Hoda - Sekar

Di depanku, ombak berkejaran
Belum lagi mereka saling mendapatkan
Sudah hilang entah pasir menelan

Bulu kudukku berdiri
Rupanya angin datang menunjukkan diri
Lantas mengajakku bersama-sama menari

Ada pula bangau berterbangan
Jumlahnya lebih delapan
Lalu satunya menukik ke air dan menitip sebuah pesan

Ombak dan angin langsung berlari membawanya kepadaku
Dan dingin seketika menyentuh kulitku
Tetapi bukan hendak membunuhku


Batu Hoda - Sekar

Mega pun membacakan isi pesan itu
Ada rindu yang belum tersebut
Jangan hatimu serabut

Sambil tersenyum kupejamkan mata
Dan kepada angin aku berkata
Bawalah rinduku kepada dia yang masih tanpa kata



------------------------------------------------------



Foto: David Siahaan
----------------------




Sajak ini kutuliskan ketika senja di Batu Hoda. 
Konon, di tempat ini terdapat sebuah batu berbentuk kuda. Adalah seorang raja pada masa itu, yang bisa menunggang kuda batu itu. Legenda.

Aku duduk menikmati senja di bebatuan yang menghiasi pinggiran pantai. Kedua kakiku kubiarkan menyentuh air yang mulai pasang sambil aku menikmati bentangan bukit hijau di depanku dan bangau yang menari-nari dengan sayapnya. Kubiarkan angin dari Negeri Indah Kepingan Surga ini membelaiku. 


20-7-2015