Showing posts with label arti cinta. Show all posts
Showing posts with label arti cinta. Show all posts

Monday, 26 September 2016

Belajar Mencintai Setiap Hari

Apakah mencintai itu selalu mudah? Tidak. Karenanya, perlu mau belajar.  
http://learn.compactappliance.com/
Aku sedang duduk sendirian di pojokan sebuah kafe yang dekat dengan kantor suamiku. Lagu-lagu dengan irama musik tidak terlalu mengentak mengalun dari tadi, cocok denganku yang memang tak begitu gandrung irama kencang. Pun aroma kopi yang menyeruak setiap kali barista meraciknya, benar-benar bikin teduh suasana hati. Tepat seperti yang dimuat di banyak artikel tentang kopi. Aromanya menenangkan.

Cinta juga bisa begitu menenangkan, bahkan bisa berlaksa-laksa lebihnya dari yang kopi punya. Tentu saja bila ia diolah dengan tepat. Seperti dalam menyajikan kopi, membuat cappuccino, misalnya. Seenak apapun kopinya, kalau saja barista salah membuat takaran, yaitu antara espresso, steamed milk, dan milk froth-nya, maka rasa sebenarnya akan gagal sampai di peneguknya. Tak usah soal rasa, aromanya pun barangkali tidak tercium seperti seharusnya. Begitupun dengan cinta, bila tak diberi komposisi dan diracik dengan pas, maka bagaimana bisa rasanya enak? Bagaimana bisa ia mampu menenangkan?


Monday, 2 November 2015

MASIHKAH CINTA ITU CINTA?




Cinta - Sekar

Pelan-pelan hujan pun kian pelan, tak sederas tadi lagi. Kuizinkan alunan musik pelan memenuhi ruangan ini, tempatku mengetikkan kata demi kata. “Hujan mengingatkanku akan waktu yang terbuang dengan cinta yang tak berhasil,” ujar seorang teman ketika kutanya tentang sebuah kenangan yang menghampirinya kala hujan turun.

Terang saja kicauan itu langsung mengundang satu lagi tanyaku kepadanya. Memangnya apa cinta itu? Ia bilang cinta itu ialah kepedulian. Mana mungkin cinta berhasil bila hanya seorang saja yang berjuang dan ya, kegagalan itu nyata ia rasakan. Seorang teman lagi pun langsung menimpali. “Setuju! Itu betul! Itu betul!” serunya penuh semangat sambil mengarahkan telunjuk kepada temanku yang tadi, tanda ia amat-teramat sepakat. 

Ia lantas menceritakan tentang kecewa yang dicecapnya lantaran pasangannya lebih memilih menghabiskan seluruh waktu bersama para kawan dan seolah melupakan dirinya. “Dia tak bisa sehari saja tanpa bertemu temannya, tetapi bisa sangat lama tidak menemuiku, bahkan mencari pun tidak,” keluhnya. Ia pun mengatakan bahwa kondisi ini hampir membuatnya menyerah akan hubungan mereka. “Aku sempat minta putus,” katanya. Matanya sedikit nanar memang, tetapi tak bisa ditampik bahwa ada segumpal sendu di balik sana.

Seorang lainnya berkata bahwa cinta itu ialah pengorbanan dan bahagia. Penasaran, maka aku pun lanjut bertanya apakah makna cinta yang terucap itu benar terasa? Agak ragu ia menjawabnya. “Seharusnya cinta itu hidup,” sahutnya. Suaranya memelan. “Ketika cinta sudah mati, maka pernikahan hanyalah keharusan,” terangnya kemudian.

Tak pernah habis cerita tentang cinta. Tanyakanlah kepada orang-orang di kitaranmu, maka ia akan membaginya bagimu. Hanya, setiap orang bisa jadi berbeda jawab, tergantung apa yang ia lihat apa yang ia rasa. 

Cinta - Sekar

Sesungguhnya cinta itu indah, tetapi di tengah dunia yang kian porak poranda, kian banyak pula yang tak lagi mencecap keindahan itu, justru luka yang didapatnya. Masihkah cinta itu cinta? Ataukah ia memang samar sudah?


Cinta yang sesungguhnya itu sabar, murah hati; ia tidak meluap dengan kecemburuan, tidak membual, juga tidak sombong.
Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Cinta itu tidak angkuh, tidak kasar, ia tidak memaksa orang lain untuk mengikuti keinginannya saja, tidak juga cepat tersinggung, pula tidak dendam.
Ia tidak beria-ria karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Cinta itu bertahan menghadapi segala sesuatu dan mau percaya ada yang terbaik pada setiap orang. Cinta berarti berpengharapan dan sabar menantikan segalanya.


Masihkah cintamu itu cinta? Ujilah.