 |
| Berkat & Sevi |
 |
| sekarbersajak - Pernikahan Berkat & Sevi |
Ini satu kisah. Tentang sebuah rindu yang kesampaian. Pernikahan.
 |
| Aku suka bunganya, sesuai yang kupesankan ^^ |
Pada 20 Juli 2016 lalu, aku
mencatatkan sebuah doa yang kupanjatkan. Isinya begini:
Kiranya Engkau, ya Allah, berkenan menyediakan anggur manis di hari
pernikahan kami nanti. Bahkan ketika sampai hari ini pendeta yang akan
memberkati kami juga belum tersedia, kepada-Mu sajalah, ya Allah aku berharap –
kami berharap.
Upayaku memaksakan kehendak hanya memperburuk situasi, bahkan aku dan
orang tuaku sampai adu mulut lantaran tak kuasa menahan emosi saking
khawatirnya. Kiranya Engkau menolongku mengendalikan diri, ya Allah. Dan
biarlah hati kami seluruhnya penuh dengan Roh-Mu agar kami mampu bersukacita
dalam mempersiapkan segalanya.
Kiranya Engkau pun berkenan memberikan cuaca yang baik nanti, ya Allah,
juga para undangan yang bersama-sama dengan mereka, kami boleh bersukacita.
Hadir ataupun tidak orang-orang yang kami harapkan, kiranya tidak mengurangi
sukacita kami, ya Allah. Izinkanlah sukacita kami tetap penuh karena menikmati
kehadiran-Mu di sepanjang hari kami, pun di acara pernikahan kami nanti.Kepada-Mu, ya Allah aku berserah dan berharap. Berilah anggur manis itu
bagi kami. Amin.
***
Tuhan hadir. Kenyataan terindah yang kurasakan saat hari pernikahanku
kemarin (5/8).
Pagi-pagi benar, kira-kira pukul
empat subuh, saat udara dingin Kabanjahe masih terasa betul menyapu kulit
lantaran matahari masih lelap, kami sudah mesti bergegas memersiapkan diri
untuk pernikahanku dengan Berkat Laksana Panggabean yang akan dilangsungkan
hari itu. Sebenarnya mata masih agak berat. Pasalnya, tidur pun payah betul
malam tadi karena perasaan sudah campur aduk. Kalau aku tak salah mengingat,
lewat pukul dua dini hari pun, mataku masih belum berhasil memejam.
Sebelum ditelan serentetan acara yang
mau dikerjakan segera, aku dan (calon) suamiku, mengambil waktu untuk berdoa
berdua lebih dulu pagi itu. Kemudian mandi, dilanjutkan dengan sesi rias
pengantin yang makan waktu hampir dua jam baru kelar.
 |
| sekarbersajak - Pernikahan Berkat & Sevi |
 |
| sekarbersajak - Pernikahan Berkat & Sevi (make up) |
 |
| sekarbersajak - Pernikahan Berkat & Sevi |
 |
| sekarbersajak - Pernikahan Berkat & Sevi |
 |
| Sevi |
Sebelum memulai acara tukar bunga di
rumah dan berangkat ke gereja untuk ibadah pemberkatan, lalu lanjut ke jambur
untuk pesta adat, para kerabat menyuruh kami sarapan lebih dulu. Kupilih untuk
menyeruput teh manis hangat saja, sebab kadung terbiasa tidak makan nasi kalau
masih di bawah jam sembilan begitu. Sebenarnya kalau mengingat akan sangat
banyak rentetan acara yang bakal dijalani hari itu, agak ngeri jika tidak
mengisi perut dengan nasi lebih dulu, tapi mau bagaimana, perutku menolaknya.
Roti kosong yang sudah kuminta dibeli pun, paling-paling hanya dua kali sobek
sanggup kujejali ke mulutku. Coba kupaksakan, malah mual yang datang. Ah, daripada
para undangan jadi berpikiran aneh-aneh
kalau mendapatiku muntah-muntah sebelum acara itu, kan bahaya. Hahaha. *Konyol
ya pikiranku?*