Wednesday, 3 June 2015

TENANGLAH, HAI JIWAKU



sekar

Ya Tuhan, pantaslah bila Engkau tak menampakkan bagiku, apa yang akan kutemui di depan sana
Lantaran Engkau mengenal siapa aku ini
Tidakkah aku akan melupakan-Mu?
Seandainya Engkau, ya Tuhan, menunjukkannya bagiku saat ini
Bisa saja aku akan menjadi putus asa dan geram hati
Atau akan menari-nari sampai tergelincir, lalu patah tungkaiku

Aku ingin memilih jalanku sendiri dan sudah sempat memulai langkah
Namun Engkau terus menghampiriku dan mengajakku menapaki jalan-Mu, ya Tuhan
Sebuah jalan yang sedang kuhindari
Sungguh, aku tidak menyukainya!
Bagiku, jalanan itu terlalu beresiko
Bagaimana kalau Engkau tidak membawaku kepada yang diingini hatiku?

Tenanglah, hai jiwaku...

Suaramu, ya Tuhan, terdengar kepadaku

"Anak-Ku, Aku tahu keinginan hatimu dan mengerti apa yang kau perlukan. Aku mengenal jalan, ke mana Aku hendak membawamu. Aku tak akan meninggalkanmu dimakan gelap atau membiarkanmu jatuh terjerembap. Aku akan menerangi setiap langkahmu dan menggendongmu ketika kau tak sanggup lagi melangkah. Aku, Bapamu yang mengasihimu. Tidakkah kau percaya?"


sekar

Sebuah pengharapan Engkau letakkan di dalam hatiku
Menemukan mata air di gurun pasir, bukan sekadar fatamorgana
Aku takkan mati kekeringan!
Ya Tuhan, Engkau akan membawaku menikmati hamparan bukit hijau nan indah itu