Tuesday, 20 January 2015

CARA MENGATASI RASA KHAWATIR

 
Rasa Khawatir

Khawatir adalah salah satu hal yang sangat sering mengganggu kehidupan kita. Tak bisa dipungkiri memang, sepanjang hidup di dunia, perasaan ini akan terus menerobos masuk hati dan pikiran kita. Dunia selalu memberi banyak alasan untuk khawatir, apalagi bagi seorang muda. Aku akan menjadi apa? Akan menjadi orang sukses atau justru seorang yang susah hidupnya? Pengangguran? Ah! Lalu, apakah aku akan punya pacar? Apakah hubunganku dengannya akan mulus? Bagaimana dengan orang tua kami? Lalu bagaimana kalau ternyata dia hanya mempermainkanku padahal aku sudah sangat serius? Bagaimana kalau aku patah hati? See? Banyak sekali hal yang bisa membuat kita menjadi khawatir.
Seorang konselor bernama Ed Welch mengatakan begini, “Masalahnya bukanlah apakah kita khawatir atau tidak, tapi bagaimana sikap kita ketika kekhawatiran itu datang.” 
Jadi, ketika kekhawatiran datang, tak baik bila langsung merasa putus asa. Berdiamlah sejenak. Tarik napas dalam-dalam sampai tubuh terasa lebih tenang. Karena memang, perasaan khawatir berlebihan bisa berpengaruh pada kesehatan mental dan fisik kita dan memicu stres yang akhirnya bisa saja menimbulkan asma bahkan juga serangan jantung. Kalau perasaan khawatir tidak segera diatasi, jangan heran kalau kita merasa lebih sulit berkonsentrasi dan tidur pun jadi tak enak. Orang yang terlalu banyak khawatir juga cenderung tak bisa menikmati hidupnya.
Sebenarnya, seringkali apa yang kita khawatirkan justru tak terjadi. Pernah mengalaminya? Jadi, jangan tergesa-gesa meresponi sesuatu. Tenangkan hati dan pikiran. Selidiki dan kenali dulu apa yang sedang dikhawatirkan, apa penyebabnya, sampai akhirnya bisa temukan solusinya. 
Soal masa depan adalah hal yang paling sering dikhawatirkan. Takut kalau-kalau tak pernah bisa mencapai titik sukses. Ingatlah, kita hanya perlu mengerjakan bagian kita menurut ukuran kemampuan yang kita punya dan bukan malah sibuk mereka-reka hasilnya. Nikmati prosesnya dan nantikan saja hasil akhirnya.
Kadangkala, membicarakan soal kekhawatiran kita dengan orang lain juga bisa mengurangi perasaan itu sendiri. Pilihlah orang yang tepat. Seseorang yang paling mengenalmu, mau mendengarkan, dan siap menolong adalah orang yang paling tepat untuk dituju.