Wednesday, 10 December 2014

CINTA YANG SESUNGGUHNYA


God is Love

Sudah sangat jauh aku berlari meninggalkan-Mu
Sudah berulang kali aku mengingkari janjiku
Sudah entah berapa maaf yang selalu kuucapkan
Lalu entah berapa kali pula aku melukai-Mu lagi dan lagi
Tanpa kusadari, setiap hari aku mencambuk-Mu sampai berdarah
Belum lagi bilur-Mu sembuh
Sudah kucucuk lagi dengan paku

Aku membagi cintaku dengan yang lain
Tak mengakui-Mu sebagai satu-satunya Pemilik hatiku
Aku bersenang-senang dengan duniaku dan mengacuhkan-Mu begitu saja
Tak kubiarkan Kau mencampuri urusanku
Aku menutup telinga atas apa pun yang Kau katakan
Kuanggap itu bak hembusan angin
Sedetik saja menyentuh pipiku lalu hilang

Sampai akhirnya aku tenggelam dalam sumur yang kugali sendiri
Aku menangis dalam gelap
Tinggal sebentar lagi, siap jadi makanan belatung
Aku mencari pertolongan
Tapi tak seorang pun yang datang
Aku kencang berteriak
Namun mereka acuh bagaikan si tuli
Tinggallah aku seorang diri dalam lubang kengerian ini
Tak berdaya
Aku pasti akan mati

Masih menangis tertunduk, tiba-tiba kurasakan sebuah pelukan
Engkau yang kutinggalkan, rupanya Kau yang datang menolongku
Entah ke mana mau kutaruh mukaku ini
Sungguh aku malu pada-Mu
Tapi sorot mata-Mu penuh kelembutan menatapku dalam-dalam
Kau pun mengusap air mataku, membelai rambutku, memelukku, dan kata-Mu:
“Aku tak akan pernah meninggalkanmu. Aku memaafkanmu. Aku mengasihimu selamanya. Kau sungguh berharga di mata-Ku.”

Kau lalu membawaku keluar dari kegelapan yang menakutkan itu
Menggendongku menuju jalan yang benar
Lalu Kau mengajariku tentang arti sebuah cinta yang sesungguhnya